Tugas belajar, menajadi isu panas sepanas siang hari di pusat Jakarta. Jelas saja, tugas belajar diperlukan pegawai untuk mengembangkan potensi dan kapasitasnya agar dapat lebih berguna bagi sesama pada umumnya dan bagi instansi pada khususnya. Mengembangkan potensi, artinya setiap manusia memiliki potensi yang berbeda, ibarat gaya gravitasi, semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula energi potensialnya. energi potensial ini dapat bermanfaat untuk menggerakkan turbin organisasi agar lebih berenergi. Bukan untuk menghantam semua yang ada di bawah.
Kapabilitas berarti pengetahuan dan keahlian yang dapat membuat pegawai bekerja cerdas, menggesar pengungkit sehingga beban berat dapat dipindahkan dengan energi yang jauh lebih ringan. Semua keuntungan akan kembali ke organisasi. Hanya orang-orang yang memiliki bening hati yang mengetahuinya. Robot-robot cerdas tidak tahu. Yang jelas, kami bukan robot. Kami adalah manusia yang punya hati.
Tujuan kuliah ini aku dapatkan dari penuturan paman. Tujuan kuliah bukan untuk naik pangkat atau jabatan. Jika itu yang dicari, kenapa tidak beli ijazah saja. Bahkan kalau mau seseorang tidak perlu menempuh pendidikan formal untuk menjadi orang besar. Kapasitas dan kapabilitas yang melebihi gelar akademiknya. Lihatlah Thomas Alfa Edison yang dikeluarkan dari sekolahnya karena dianggap idiot sampai akhirnya ia menjalani homeschooling dengan Ibunya sendiri menjadi gurunya. Ia bukan S1.S2, atau S3, ia hanya seorang manusia yang berusaha menembus batas yang menghambat dirinya.
Jika kita ingin dijajah, halangi akses untuk meraih pendidikan, maukah???
Jumat, 17 April 2009
Mulai Belajar Akuntansi
Yeah, apapun yang terjadi semangat belajar harus jalan terus. Optimis bahwa pintu akan dibuka lebar-lebar, kebathilan akan tumbang, dan keadilan akan tegak. Akuntansi merupakan bagian dari ilmu sains. Tapi koq dimasukkan ke dalam ilmu sosial. Lulusan DIV akuntansi kan gelarnya S.ST artinya sst... jangan bilang-bilang ga ding artinya Sarjana Sains Terapan. Ga masalah apa itu ilmu eksak dan sosial. Meskipun diantara keduanya ada perbedaan yang mendasar, tetap saja yang penting toh bermanfaat.
Oke,banyak orang mengatakan bahwa Akuntansi itu sulit. Dulu aku berpikiran begitu, dan sekarang tetap berpikiran begitu ha7. Ga masalah, sesulit apapun tetap saja akan mudah, insyaAllah. Sebenarnya ga susah-susah amat jika kita mau memahami konsep dasar akuntansi itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui simbahnya konsep akuntansi adalah aktiva=utang+modal. Hayati saja rumus itu. Semua konsep akuntansi sebenarnya berasal dari sana koq. Misalnya, Pak Joko mendirikan Perusahaan Dagang "Untung Terus" dengan modal awal 10 Juta kemudian Pak Joko juga pinjam 5 Juta ke Bank "Anti Riba". Jadi sekarang Pak Joko punya aktiva sebesar 15 Juta (10+5Juta).
Trus Pak Joko beli barang dagangan sebanyak 2 Juta maka jurnalnya adalah Debit Barang Dangan 2 Juta dan Kredit pada Kas 2 Juta. Semua transaksi itu hanya memengaruhi aktiva. Akuntansi ya, gitu-gitu aja. Hal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa teliti sehingga lajur kanan dan kiri (aktiva dan passiva)-passiva adalah hutang+modal)bisa seimbang. Sama halnya matematika yang berasal dari pipolondo (ping, poro, lan, sudo) atau terjemahannya kali, bagi, tambah, dan kurang. Begitulah cinta, eh begitulah akuntansi. Ilmu pasti yang ga pasti-pasti amat karena harus menggunakan standar yang ditetapkan dan diketahui bersama.
Manfaat akuntansi adalah menghasilkan laporan keuangan yang dapat menggambarkan kondisi keuangan entitas (perusahaan/badan/perorangan). Begitulah coy, akuntansi bisa menjadi mudah koq (semoga, amien). Satu prinsip yang harus dipegang, kejujuran. Selamat belajar, semoga sukses:)
Oke,banyak orang mengatakan bahwa Akuntansi itu sulit. Dulu aku berpikiran begitu, dan sekarang tetap berpikiran begitu ha7. Ga masalah, sesulit apapun tetap saja akan mudah, insyaAllah. Sebenarnya ga susah-susah amat jika kita mau memahami konsep dasar akuntansi itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui simbahnya konsep akuntansi adalah aktiva=utang+modal. Hayati saja rumus itu. Semua konsep akuntansi sebenarnya berasal dari sana koq. Misalnya, Pak Joko mendirikan Perusahaan Dagang "Untung Terus" dengan modal awal 10 Juta kemudian Pak Joko juga pinjam 5 Juta ke Bank "Anti Riba". Jadi sekarang Pak Joko punya aktiva sebesar 15 Juta (10+5Juta).
Trus Pak Joko beli barang dagangan sebanyak 2 Juta maka jurnalnya adalah Debit Barang Dangan 2 Juta dan Kredit pada Kas 2 Juta. Semua transaksi itu hanya memengaruhi aktiva. Akuntansi ya, gitu-gitu aja. Hal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa teliti sehingga lajur kanan dan kiri (aktiva dan passiva)-passiva adalah hutang+modal)bisa seimbang. Sama halnya matematika yang berasal dari pipolondo (ping, poro, lan, sudo) atau terjemahannya kali, bagi, tambah, dan kurang. Begitulah cinta, eh begitulah akuntansi. Ilmu pasti yang ga pasti-pasti amat karena harus menggunakan standar yang ditetapkan dan diketahui bersama.
Manfaat akuntansi adalah menghasilkan laporan keuangan yang dapat menggambarkan kondisi keuangan entitas (perusahaan/badan/perorangan). Begitulah coy, akuntansi bisa menjadi mudah koq (semoga, amien). Satu prinsip yang harus dipegang, kejujuran. Selamat belajar, semoga sukses:)
Rabu, 18 Juni 2008
Kenangan Dari FKI 2008
FKI kali ini bebarengan dengan Indonesia Cellular Festival 2008 sehingga semakin ramai dipadati pengunjung. Ada hal yang menarik mengenai pameran ini yaitu, banyaknya Vendor yang membuka lebih dari satu stand. Mereka adalah Toshiba dan HP. Meski demikian ada Vendor yang menghilang yaitu Forsa. Ketika kita mengunjungi pemran handphone, saya yakin banyak pengunjung yang kecewa karena tidak adanya Nokia pada pameran selular tahun ini. Keadaan itu membuat beberapa pengunjung yang sebelumnya berniat membeli HP Nokia terpaksa mencarinya di ITC terdekat, seperti ITC Roxy Mas.
Selidik punya selidik, harga Nokia ternyata naik mulai dari 300 ribuan hingga 500 ribuan. Dari beberapa opini masyarakat dapat disimpulkan bahwa hal itu merupakan dampak dari kenaikan harga BBM di Finlandia yang notebene adalah asal Vendor HP yang cukup populer tersebut. Pendapat ini selarah dengan informasi dari seorang penjual di ITC Roxy Mas bahwa kenaikan harga HP Nokia karena stock barang yang ditahan. Mungkin saja tertahannya karena makin mahalnya harga BBM. Dari surat kabar diberitakan bahwa para sopir truk di sana juga melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.
Sebenarnya FKI sendiri berorientasi kepada pendidikan IT. Tapi, karena pengunjung kebanyakan inginnya berbelanja. FKI secara lahiriah tidak jauh berbeda dengan Mega Bazaar komputer 2008 yang memang tujuannya adalah menggenjot penjualan. Ada bebapa evaluasi dari penyelenggaraan FKI tahun ini. Kurang adanya ATM yang memadai membuat pengunjuk harus rela berdesak-desakan dalam antrian yang lama dan panjang. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari panitia agar penyelenggaraan ke depannya lebih baik. Terima kasih.
Selidik punya selidik, harga Nokia ternyata naik mulai dari 300 ribuan hingga 500 ribuan. Dari beberapa opini masyarakat dapat disimpulkan bahwa hal itu merupakan dampak dari kenaikan harga BBM di Finlandia yang notebene adalah asal Vendor HP yang cukup populer tersebut. Pendapat ini selarah dengan informasi dari seorang penjual di ITC Roxy Mas bahwa kenaikan harga HP Nokia karena stock barang yang ditahan. Mungkin saja tertahannya karena makin mahalnya harga BBM. Dari surat kabar diberitakan bahwa para sopir truk di sana juga melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.
Sebenarnya FKI sendiri berorientasi kepada pendidikan IT. Tapi, karena pengunjung kebanyakan inginnya berbelanja. FKI secara lahiriah tidak jauh berbeda dengan Mega Bazaar komputer 2008 yang memang tujuannya adalah menggenjot penjualan. Ada bebapa evaluasi dari penyelenggaraan FKI tahun ini. Kurang adanya ATM yang memadai membuat pengunjuk harus rela berdesak-desakan dalam antrian yang lama dan panjang. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari panitia agar penyelenggaraan ke depannya lebih baik. Terima kasih.
Kamis, 22 Mei 2008
Apa yang dipelajari dari bekerja?
Benarkah ketika kita bekerja,semua ilmu yang diperoleh di bangku sekolah dan kuliah harus digunakan semuanya? tentu saja tidak, kecuali bagi sebagian orang yang berpendapat bahwa mencari ilmu itu untuk bekerja. Sebelum masuk kantor, jauh-jauh hari pamanku memberi nasehat bahwa ketika suatu hari nanti kamu masuk kantor, jangan gengsi untuk mengerjakan hal-hal yang sepele seperti memfotocopy atau mengantar surat meski untuk mengerjakan semuanya tidak perlu harus kuliah tinggi-tinggi dan jauh-jauh.
Bekerja dengan penuh semangat. Rasanya itulah yang diinginkan dari penggagas reformasi birokrasi. Bagaimana bisa aparatur negara melayani masyarakat dengan baik apabila tidak ada semangat pada dirinya. Untuk hal ini mungkin kita dapat mencontoh aparat birokrasi di Jepang yang katanya sampai berlarian untuk melayani masyarakat. Remunerasi bisa jadi merupakan sarana untuk merangsang semangat itu. Lalu pertanyaannya, seberapa efektifkah?
Cara tersebut cukup efektif, meskipun menimbulkan kecemburuan bagi pegawai di kementerian/ lembaga lainnya. Padahal, pegawai depkeu non-DJP sendiri bisa saja cemburu kepada pegawai DJP karena pada umumnya mereka mendapat TKPKN yang rata-rata dua kali lipat dari pegawai Depkeu non-DJP. Namun, toh biarlah rejeki orang sendiri-sendiri. Kalo mau jadi kaya caranya juga banyak. Asal mau bertindak saja. Asalkan mereka mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya tanpa riswah(korupsi), hal itu tak jadi masalah.
Semangat karena harta, tahta(jabatan), dan wanita adalah hal yang biasa, dan orang yang menganutnya juga orang biasa. Lalu siapa orang yang luar biasa itu? Sebelumnya kita mungkin telah sering, bahkan mungkin terlalu sering mendengar dan/atau membaca bahwa kecerdasan yang merupakan modal kesuksesan dipengaruhi oleh 20% IQ dan 80% EQ. 100% SQ. Trus kaitannya apa?
OK, mungkin terlalu panjang lebar jika menjelaskan mereka. Mending baca kisah berikut sebagai contoh. Pada suatu ketika terdapat pekerja di suatu pabrik mobil yang tugasnya memasang dan mengencangkan baut jok mobil. Ketika ditanya kenapa orang tersebut begitu betah mengerjakan tugasnya dengan baik. Dia menjawab, "Bapak dapat membayangkan, sekiranya baut jok mobil ini tidak terpasang dengan baik, maka akan timbul banyak korban akibat kecelakaan".
Kisah yang lain. Suatu ketika, James Gwee, trainer kondang yang masih muda dari singapura sedang mengadakan training di sebuah hotel. Diantara pesertanya adalah karyawan yang sudah tua dan tugasnya sebagai pemeriksa engsel pintu hotel. Beliau harus memastikan bahwa pintu kamar hotel benar-benar berfungsi dengan baik dengan membuka dan menutupnya berkali-kali. Sepertinya membosankan, benar demikian...?
Lalu apa yang membuat beliau begitu semangat. Ketika ditanya demikian beliau menjawab" Pak, saya tahu, tamu di hotel ini rata-rata adalah direktur atau pimpinan perusahaan, para ekskutif, dan para kepala keluarga. Coba Anda bayangkan ketika terjadi kebakaran, dan pintu tidak bisa dibuka, maka para pegawai dapat kehilangan pekerjaannya dan anggota keluarga akan kehilangan orang yang dicintainya. Hidup mereka dapat berubah seketika."
Mereka memiliki alasan mulia untuk bekerja, mereka adalah orang-orang yang berSQ tinggi. Hidup ini adalah ibadah. That's all the meaning of life. Motivation generator.
wallahua'lam.
Bekerja dengan penuh semangat. Rasanya itulah yang diinginkan dari penggagas reformasi birokrasi. Bagaimana bisa aparatur negara melayani masyarakat dengan baik apabila tidak ada semangat pada dirinya. Untuk hal ini mungkin kita dapat mencontoh aparat birokrasi di Jepang yang katanya sampai berlarian untuk melayani masyarakat. Remunerasi bisa jadi merupakan sarana untuk merangsang semangat itu. Lalu pertanyaannya, seberapa efektifkah?
Cara tersebut cukup efektif, meskipun menimbulkan kecemburuan bagi pegawai di kementerian/ lembaga lainnya. Padahal, pegawai depkeu non-DJP sendiri bisa saja cemburu kepada pegawai DJP karena pada umumnya mereka mendapat TKPKN yang rata-rata dua kali lipat dari pegawai Depkeu non-DJP. Namun, toh biarlah rejeki orang sendiri-sendiri. Kalo mau jadi kaya caranya juga banyak. Asal mau bertindak saja. Asalkan mereka mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya tanpa riswah(korupsi), hal itu tak jadi masalah.
Semangat karena harta, tahta(jabatan), dan wanita adalah hal yang biasa, dan orang yang menganutnya juga orang biasa. Lalu siapa orang yang luar biasa itu? Sebelumnya kita mungkin telah sering, bahkan mungkin terlalu sering mendengar dan/atau membaca bahwa kecerdasan yang merupakan modal kesuksesan dipengaruhi oleh 20% IQ dan 80% EQ. 100% SQ. Trus kaitannya apa?
OK, mungkin terlalu panjang lebar jika menjelaskan mereka. Mending baca kisah berikut sebagai contoh. Pada suatu ketika terdapat pekerja di suatu pabrik mobil yang tugasnya memasang dan mengencangkan baut jok mobil. Ketika ditanya kenapa orang tersebut begitu betah mengerjakan tugasnya dengan baik. Dia menjawab, "Bapak dapat membayangkan, sekiranya baut jok mobil ini tidak terpasang dengan baik, maka akan timbul banyak korban akibat kecelakaan".
Kisah yang lain. Suatu ketika, James Gwee, trainer kondang yang masih muda dari singapura sedang mengadakan training di sebuah hotel. Diantara pesertanya adalah karyawan yang sudah tua dan tugasnya sebagai pemeriksa engsel pintu hotel. Beliau harus memastikan bahwa pintu kamar hotel benar-benar berfungsi dengan baik dengan membuka dan menutupnya berkali-kali. Sepertinya membosankan, benar demikian...?
Lalu apa yang membuat beliau begitu semangat. Ketika ditanya demikian beliau menjawab" Pak, saya tahu, tamu di hotel ini rata-rata adalah direktur atau pimpinan perusahaan, para ekskutif, dan para kepala keluarga. Coba Anda bayangkan ketika terjadi kebakaran, dan pintu tidak bisa dibuka, maka para pegawai dapat kehilangan pekerjaannya dan anggota keluarga akan kehilangan orang yang dicintainya. Hidup mereka dapat berubah seketika."
Mereka memiliki alasan mulia untuk bekerja, mereka adalah orang-orang yang berSQ tinggi. Hidup ini adalah ibadah. That's all the meaning of life. Motivation generator.
wallahua'lam.
Kamis, 15 Mei 2008
Terima Kasih Widyaiswara
Galang dukungan buat para widyaiswara STAN, kira-kira begitulah yang tertulis pada poster di tembok gerbang Kalimongso, kampus STAN. Koq bisa? Bukannya yang biasa minta dukungan itu adalah mahasiswa^^. Setelah bertanya kepada adik kelas, baru aku peroleh jawaban yang pasti. Ternyata ada peraturan yang mengenai kedudukan widyaiswara yang mengajar di STAN. Mulai sekarang widyaiswara tidak boleh lagi mengajar di kampus STAN tercinta. Alasannya, mungkin saja terkait tugas pokok dan fungsinya yaitu mengajar pegawai.
Mau tahu respon para mahasiswanya, sedih, sebagai alumni pun saya sebenarnya sangat menyayangkan keputusan ini. Widyaiswara itu kurang apa sich, yang kutahu mereka kurang mujur. Kompetensi dan pengalaman mereka sudah menjanjikan untuk dapat mengajar para penjaga keuangan negara. Setahu saya cara mengajar dosen widyaiswara lebih "menyentuh" mahasiswa daripada dosen yang dari luar. Mereka lebih me-"mahasiswa". Satu nilai plus yang rasanya tidak dapat ditandingi oleh dosen dari luar adalah pengetahuan mereka akan kebutuhan ilmu dan keterampilan yang nantinya digunakan pada dunia kerja. Misalnya ketika dosen menerangkan materi kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi, mereka bukan hanya menyampaikan materi sesuai silabus saja, melainkan juga mereka akan memberikan arahan bagian mana saja yang hendaknya diketahui para mahasiswa STAN untuk menunjang bidang pekerjaannya nantinya, yaitu, ilmu ekonomi makro yang erat kaitannya dengan APBN. Sedangkan APBN sendiri merupakan salah satu sarana dalam mengelola keuangan negara.
Tampaknya, meski bagaimanapun. STAN akan tetap butuh Widyaiswara. Coba kita pikir, Spesialisasi Kebendaharaan Negara memiliki mata kuliah keahlian Pengelolaan Kas. Pada saat tahun anggaran 2006, dosen yang berkompeten dalam hal Pengelolaan Kas hanya dua orang yaitu Bapak Drs. Sunarno dan Bapak Agung Yuniarto,SE. Mereka semua adalah widyaiswara utama BPPK, dan hanya mereka yang sanggup mengajar mata kuliah tersebut. Beberapa faktornya adalah banyaknya para ahli pengelolaan kas yang telah meninggal dunia dan berubahnya sistem pengelolaan kas menjadi Treasury Single Account (TSA).
Ada cerita menarik yang dibawakan adik mahasiswa STAN. Ada dosen widyaiswara (ibu-ibu) yang "ngeyel" atau "kekeuh" tidak mau meninggalkan STAN. Beliau juga pernah menyatakan bersedia apabila nantinya hanya mendapat 60% TKPKN sebagai konsekuensinya. Bagaimanapun juga, beliau tetap tidak diperbolehkan mengajar di STAN. Meski demikian, dengan tulisan ini saya ucapakan terimakasih banyak kepada para widyaiswara, atas sharing ilmu, nasehat, motivasi, dan lain sebagainya.
Tulisan ini untuk:
-Pak Agung Yuniarto
-Bu Farida Aryani
-Pak Drs. Suprijatno
-Pak Endang Wildan
-Bu Octa^^
-Pak Muhtaromin
-Pak Drs. Sunarno
-Pak Hasan Ashari
-Pak M.Zahari Hasan
-Pak Dung Tji
-Pak Djang Tjik
-Pak Ihsan Pribadi
-Pak Mulyadi
-Bu Sumini
-Pak Syarwan
-Bu Erni
-Pak Abdussalam
-Pak Haris Premadi
-Pak Hery Waluyo
-Pak Murry Sutarsa
-Pak Hery Triatmoko
dan semua dosen yang pernah mengajar saya.....to be better future, be better nation, be better world, amien.
Mau tahu respon para mahasiswanya, sedih, sebagai alumni pun saya sebenarnya sangat menyayangkan keputusan ini. Widyaiswara itu kurang apa sich, yang kutahu mereka kurang mujur. Kompetensi dan pengalaman mereka sudah menjanjikan untuk dapat mengajar para penjaga keuangan negara. Setahu saya cara mengajar dosen widyaiswara lebih "menyentuh" mahasiswa daripada dosen yang dari luar. Mereka lebih me-"mahasiswa". Satu nilai plus yang rasanya tidak dapat ditandingi oleh dosen dari luar adalah pengetahuan mereka akan kebutuhan ilmu dan keterampilan yang nantinya digunakan pada dunia kerja. Misalnya ketika dosen menerangkan materi kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi, mereka bukan hanya menyampaikan materi sesuai silabus saja, melainkan juga mereka akan memberikan arahan bagian mana saja yang hendaknya diketahui para mahasiswa STAN untuk menunjang bidang pekerjaannya nantinya, yaitu, ilmu ekonomi makro yang erat kaitannya dengan APBN. Sedangkan APBN sendiri merupakan salah satu sarana dalam mengelola keuangan negara.
Tampaknya, meski bagaimanapun. STAN akan tetap butuh Widyaiswara. Coba kita pikir, Spesialisasi Kebendaharaan Negara memiliki mata kuliah keahlian Pengelolaan Kas. Pada saat tahun anggaran 2006, dosen yang berkompeten dalam hal Pengelolaan Kas hanya dua orang yaitu Bapak Drs. Sunarno dan Bapak Agung Yuniarto,SE. Mereka semua adalah widyaiswara utama BPPK, dan hanya mereka yang sanggup mengajar mata kuliah tersebut. Beberapa faktornya adalah banyaknya para ahli pengelolaan kas yang telah meninggal dunia dan berubahnya sistem pengelolaan kas menjadi Treasury Single Account (TSA).
Ada cerita menarik yang dibawakan adik mahasiswa STAN. Ada dosen widyaiswara (ibu-ibu) yang "ngeyel" atau "kekeuh" tidak mau meninggalkan STAN. Beliau juga pernah menyatakan bersedia apabila nantinya hanya mendapat 60% TKPKN sebagai konsekuensinya. Bagaimanapun juga, beliau tetap tidak diperbolehkan mengajar di STAN. Meski demikian, dengan tulisan ini saya ucapakan terimakasih banyak kepada para widyaiswara, atas sharing ilmu, nasehat, motivasi, dan lain sebagainya.
Tulisan ini untuk:
-Pak Agung Yuniarto
-Bu Farida Aryani
-Pak Drs. Suprijatno
-Pak Endang Wildan
-Bu Octa^^
-Pak Muhtaromin
-Pak Drs. Sunarno
-Pak Hasan Ashari
-Pak M.Zahari Hasan
-Pak Dung Tji
-Pak Djang Tjik
-Pak Ihsan Pribadi
-Pak Mulyadi
-Bu Sumini
-Pak Syarwan
-Bu Erni
-Pak Abdussalam
-Pak Haris Premadi
-Pak Hery Waluyo
-Pak Murry Sutarsa
-Pak Hery Triatmoko
dan semua dosen yang pernah mengajar saya.....to be better future, be better nation, be better world, amien.
Kamis, 08 Mei 2008
Apakah ini lucu, ha..ha..ha
Siapa yang suka humor? wajar kita senang humor untuk menyegarkan suasana. Ketika ada teman yang menjadikan kita bahan tertawaan, ada kalanya kita bisa enjoy dan adakalanya kita malah menjadi marah. Ternyata semua itu tergantung dari suasana hati kita. Jika kita senang, sementara itu ada teman bercanda mengenai diri kita. Kita menganggapnya sebagai bumbu komunikasi (anggap saja begitu). Tak mengapa, bisa jadi hal itu malah menambah rasa bahagia kita. Tapi sebaliknya, jika keadaan kita sedang sedih, sementara itu ada yang bercanda mengenai diri kita, wajarlah kita marah. Kenapa orang itu tidak berempati mengenai keadaan kita. Alih-alih menghibur, justru hubungan antar pribadi yang menjadi kendur.
Masih ingat kisah Final Piala Dunia tahun 2006? Zenedine Zidane, pesepak bola legendaris perancis pernah marah saat itu. Penyebabnya adalah ucapan Marco Materazzi kepadanya. Zidane sendiri hanya dapat marah apabila agama atau keluarganya dihina. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak semua hal dapat dijadikan bahan guyonan, termasuk account email, friendster, blog, maupun gtalk atau yahoo messanger. Kemarin, beberapa kasus muncul dengan modus yang sama, yaitu penyalahgunaan account gtalk.Niatnya mungkin cuma bercanda. Tapi, sebetulnya kurang sopan. Kesan penerima pesan akan berbeda karena komunikasi merupakan sarana untuk membentuk citra seseorang di mata orang lain. Apabila pesan kurang sopan muncul dari orang yang sebelumnya dianggap sopan. Bukan tidak mungkin kesan yang muncul dalam benak orang lain mengenai orang tersebut akan menjadi jelek. Ini sebagian contoh tuduhan keji.
Saya harap pelaku minta maaf. Ini sama sekali tidak lucu...Kira apa dia juga mau apabila gtalknya disalahgunakan untuk mengatakan sesuatu yang tidak sopan kepada relasi empunya. Mending jika anak2, jika yang melakukan adalah bapak-bapak,....di mana
ya sifat malunya. Perlu waktu dan tenaga untuk merehabilitasi nama. Dengan peristiwa ini semoga kita sadar. Tidak ada gunanya usil dengan orang yang belum kenal baik. Jika
ingin kenal lebih dekat. Mbok yao ngobrol baik2, meski cuma basa-basi karena mungkin dari sanalah mendapat inspirasi.
Masih ingat kisah Final Piala Dunia tahun 2006? Zenedine Zidane, pesepak bola legendaris perancis pernah marah saat itu. Penyebabnya adalah ucapan Marco Materazzi kepadanya. Zidane sendiri hanya dapat marah apabila agama atau keluarganya dihina. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak semua hal dapat dijadikan bahan guyonan, termasuk account email, friendster, blog, maupun gtalk atau yahoo messanger. Kemarin, beberapa kasus muncul dengan modus yang sama, yaitu penyalahgunaan account gtalk.Niatnya mungkin cuma bercanda. Tapi, sebetulnya kurang sopan. Kesan penerima pesan akan berbeda karena komunikasi merupakan sarana untuk membentuk citra seseorang di mata orang lain. Apabila pesan kurang sopan muncul dari orang yang sebelumnya dianggap sopan. Bukan tidak mungkin kesan yang muncul dalam benak orang lain mengenai orang tersebut akan menjadi jelek. Ini sebagian contoh tuduhan keji.
Saya harap pelaku minta maaf. Ini sama sekali tidak lucu...Kira apa dia juga mau apabila gtalknya disalahgunakan untuk mengatakan sesuatu yang tidak sopan kepada relasi empunya. Mending jika anak2, jika yang melakukan adalah bapak-bapak,....di mana
ya sifat malunya. Perlu waktu dan tenaga untuk merehabilitasi nama. Dengan peristiwa ini semoga kita sadar. Tidak ada gunanya usil dengan orang yang belum kenal baik. Jika
ingin kenal lebih dekat. Mbok yao ngobrol baik2, meski cuma basa-basi karena mungkin dari sanalah mendapat inspirasi.
Jumat, 02 Mei 2008
Rahasia Menembus DIII Khusus dan DIV STAN
Sssst.....yang ini rahasia. Banyak lho saingan yang sebenarnya ragu alias pesimis dapat lulus USM STAN, termasuk yang ini. Mungkin ada juga yang mikir, bahwa USM adalah kependekan dari (ujian susah masuk). Alasannya sih biasa, yang saingannya banyak lah, yang soalnya susah lah, yang jawabannya susah lah (lho...). Trus kalo ragu, ngapain juga masih ngikut ujian ini. Jika ada yang terlanjur ngikut tak ada pilihan lain kecuali mengikuti ujian tersebut dengan target minimal lolos seleksi dan maksimal lulus. Iya, tahu, caranya....?
1. Pelajari soal-soal tahun yang lalu
Sejak dari sononya format soal tidak jauh beda dengan format soal tahun yang lalu. Ga banyak berubah paling cuma ganti angkanya doank. Bahkan bisa jadi ganti nomor urutnya saja. (ssst...tolong kasih tahu ma semua orang, kecuali panitianya:)
2. Saingan is nothing
Ga' penting mikirin jumlah saingan, yang paling penting adalah berapa banyak jawaban yang benar. Percuma jika ada kuota 10 sedangkan pesertanya 11 orang, sedangkan tidak ada soal pun yang bisa dikerjakan. Sebaliknya, silakan kipas-kipas (emang panas) ketika Anda mengerjakan semua soal dan yakin jawabnnya benar semua. Meskipun peserta 10.000 dan kuota cuma 100, besar kemungkinan Anda lulus.
3. Persiapan menjelang hari H
-Cari lokasi ruangan dan tempat duduk pada hari sebelum test dimulai.
-Pastikan no ujian dan alat tulis siap.
a. Gunakan pensil 2B yang "jelas" kualitas dan kuantitasnya. Persiapkan minimal 5 buah dan kedua ujungnya diraut, Ini bukan guyon, supaya nanti Anda tidak kehabisan waktu ketika ujian hanya untuk meraut pensil. waktu adalah kesempatan.
b. Gunakan penghapus yang "jelas-jelas" membuat ga jelas alias bisa menghapus dengan bersih. Saya merekomendasikan penghapus "boxy". Ini bukan promo, cuma iklan gratis.
4. Persiapan pada malam menjelang ujian
-Jangan latihan soal agar stamina otak fresh paginya. Jika ingin belajar review2 saja.
-Istirahat yang cukup, ga usah begadang untuk menghindari kesiangan
-Masukkan nomor dan alat tulis yang sudah dipersiapkan ke dalam tas
5.Persiapan menjelang jam J
-Harap datang ke tempat ujian paling tidak 1 jam sebelum ujian dimulai.
-Cari lokasi tempat duduknya. Kalo ga boleh masuk dulu, ga usah maksa, entar juga disuruh masuk.
-Ga usah belajar, belajar di pada waktu ujian akan dimulai dapat membuat grogi. Perlihatkan saja bahwa Anda dah siap, paling ga bikin keder peserta lain, he7.
6. Ketika Ujian
-Isi lembar jawab dengan data yang benar. Cukup diisi nama sendiri. Jangan nama orang
lain. Apalagi nama samaran. Ada lho, peserta ujian yang lupa menulis nama aslinya pada lembar jawab. Hasilnya bisa ditebak. Peserta tersebut ga lulus. Hiks...
-Kerjakan soal mulai dari yang mudah dulu karena waktu Anda terbatas.
-Setelah selesai mengerjakan soal, periksa kembali jawaban. Apa ada jawaban yang salah milih atau malah salah membaca intruksi soal. Ingat sebelum mengerjakan soal, baca instruksi terlebih dahulu!
-Jawaban ga perlu dibawa pulang, cukup dititipkan kepada pengawas ujian. Pernah ada lho peserta yang membawa pulang jawabannya.
Semoga sukses...
STAN,,,,
Someday, We hope someday You will join with us...
1. Pelajari soal-soal tahun yang lalu
Sejak dari sononya format soal tidak jauh beda dengan format soal tahun yang lalu. Ga banyak berubah paling cuma ganti angkanya doank. Bahkan bisa jadi ganti nomor urutnya saja. (ssst...tolong kasih tahu ma semua orang, kecuali panitianya:)
2. Saingan is nothing
Ga' penting mikirin jumlah saingan, yang paling penting adalah berapa banyak jawaban yang benar. Percuma jika ada kuota 10 sedangkan pesertanya 11 orang, sedangkan tidak ada soal pun yang bisa dikerjakan. Sebaliknya, silakan kipas-kipas (emang panas) ketika Anda mengerjakan semua soal dan yakin jawabnnya benar semua. Meskipun peserta 10.000 dan kuota cuma 100, besar kemungkinan Anda lulus.
3. Persiapan menjelang hari H
-Cari lokasi ruangan dan tempat duduk pada hari sebelum test dimulai.
-Pastikan no ujian dan alat tulis siap.
a. Gunakan pensil 2B yang "jelas" kualitas dan kuantitasnya. Persiapkan minimal 5 buah dan kedua ujungnya diraut, Ini bukan guyon, supaya nanti Anda tidak kehabisan waktu ketika ujian hanya untuk meraut pensil. waktu adalah kesempatan.
b. Gunakan penghapus yang "jelas-jelas" membuat ga jelas alias bisa menghapus dengan bersih. Saya merekomendasikan penghapus "boxy". Ini bukan promo, cuma iklan gratis.
4. Persiapan pada malam menjelang ujian
-Jangan latihan soal agar stamina otak fresh paginya. Jika ingin belajar review2 saja.
-Istirahat yang cukup, ga usah begadang untuk menghindari kesiangan
-Masukkan nomor dan alat tulis yang sudah dipersiapkan ke dalam tas
5.Persiapan menjelang jam J
-Harap datang ke tempat ujian paling tidak 1 jam sebelum ujian dimulai.
-Cari lokasi tempat duduknya. Kalo ga boleh masuk dulu, ga usah maksa, entar juga disuruh masuk.
-Ga usah belajar, belajar di pada waktu ujian akan dimulai dapat membuat grogi. Perlihatkan saja bahwa Anda dah siap, paling ga bikin keder peserta lain, he7.
6. Ketika Ujian
-Isi lembar jawab dengan data yang benar. Cukup diisi nama sendiri. Jangan nama orang
lain. Apalagi nama samaran. Ada lho, peserta ujian yang lupa menulis nama aslinya pada lembar jawab. Hasilnya bisa ditebak. Peserta tersebut ga lulus. Hiks...
-Kerjakan soal mulai dari yang mudah dulu karena waktu Anda terbatas.
-Setelah selesai mengerjakan soal, periksa kembali jawaban. Apa ada jawaban yang salah milih atau malah salah membaca intruksi soal. Ingat sebelum mengerjakan soal, baca instruksi terlebih dahulu!
-Jawaban ga perlu dibawa pulang, cukup dititipkan kepada pengawas ujian. Pernah ada lho peserta yang membawa pulang jawabannya.
Semoga sukses...
STAN,,,,
Someday, We hope someday You will join with us...
Langganan:
Postingan (Atom)